Rabu, 07 November 2012

Persahabatan Burung dan Pohon

Ada sebuah kisah mengenai pohon dan burung yang tumbuh bersama. Mereka bersahabat, membagi suka dan duka, tak pernah berpisah satu sama lain. Namun, suatu saat, sang burung harus pergi, terpaksa meninggalkan sahabatnya. Apalah daya sang pohon, dia tak memiliki kaki untuk melangkah, dia tak memiliki sayap untuk terbang. Dia hanya dapat berdiri kaku ditempatnya, memandang kepakan sayap sahabatnya yang terbang menjauh, menuju kehidupan barunya.
     Lama mereka tak berjumpa, hanya  sesekali sapuan angin dari kepakan sayap sang burung yang terbang sekilas mengitari sang pohon, menengoknya, lalu terbang lagi menjauh. Hingga suatu saat, saat sang burung sedang bercanda ria dengan teman-teman barunya, semilir angin meniupkan sehelai daun kecokelatan. Jatuh tepat di sayap sang burung. Ia kenal daun ini, ia kenal aroma dari tiap inci permukaan daun ini, ia kenal sentuhan lembut daun ini, namun, daun ini terasa sangat dingin, membuat jantungnya tiba-tiba berdegup kencang.
     Cepat ia kepakan sayapnya, meninggalkan teman-temannya yang berdiri termangu menatapnya terbang menjauh. Badai yang berhembus kencang tak menghentikannya melaju melawan angin yang berhembus menggila. Hingga saat ia tiba, air mata tak dapat berhenti mengalir dari kedua bola matanya yang jernih. Ia tak lagi melihat sahabatnya berdiri kokoh disana, tak lagi mendengar bunyi semilir angin yang membelai dedaunan, tak lagi merasakan sentuhan lembut dedaunan tempat ia biasa tertidur lelap. Hanya batang tumbang yang terbaring kaku di atas tanah yang kering gerontang. Tak ada daun yang masih menggantung di ranting, tak ada air kehidupan yang mengalir di serat-serat batang. Dan sang burung pun hanya terdiam, memilih tak berkata apa-apa, membisu, melihat sahabatnya itu perlahan-lahan lapuk hingga menghilang sepenuhnya dari muka bumi
.
http://fnrturislokal.multiply.com/journal/item/18?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Tidak ada komentar:

Posting Komentar