Aku tahu bahwa pada akhirnya aku akan
sesedih ini, aku hanya bisa berusaha menghindari air mata sekuat yang aku bisa.
Tapi, bukankah kau tahu, aku adalah wanita yang paling tidak kuat menahan
kesedihan. Air mata hanya menjadi jalan satu-satunya saat mulut tak bisa
berkata apapun dan saat hati ini terasa benar-benar rapuh. Aku masih
merasakan sesak yang sama. Sesak yang aku rasakan beberapa saat yang lalu,
saat aku benar-benar merasa cinta tidak pernah berpihak kepadaku. Aku tak
bisa menyalahkan siapa-siapa dan tak bisa mengkambinghitamkan siapa pun.
Bukankah dalam cinta tak pernah ada yang salah?? Mengetahui kenyataan yang
pahit seperti ini, aku jadi malas berbicara banyak tentang perasaanku pada
orang lain. Aku malah semakin belajar untuk menutup rapat-rapat mulutku pada
setiap perasaan yang minta diledakan lewat curhat-curhat kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar